Jumat, 29 Agustus 2014

aku ingin jadi sarjana

Dalam sabar seekor ulati yang menjijikan akan berubah menjadi kupu-kupu yang indah (hitam putih)
aku sekarang sadar bagaimana pengorbanan untuk menjadi seorang sarjana itu sangat besar, bukan hanya materi tapi juga prinsip. jujur aku sebenarnya tidak ingin kesuksesanku ada campur tagan materi dari orang lain. untuk merepotkan kedua orang tuaku saja itu tidak mungkin jadi mana bisa aku merepotkan oranglain? sekalipun itu masih sekeluarga.
sampai sekarang aku masih berfikir bagaiman aku bisa mengelola uang bulanan yang hanya 700 itu untuk mencukupi kebutuhanku selama di kota besar ini JAKARTA, untuk bisa membatu orang tuaku i desa, untuk mencukupi biaya semesterku 2 jt setengah? aku tidak sombong menolak tawaran mereka tuhan hanya saja aku tidak ingin menerima uang cuma-cuma tanpa harus ada yang bisa aku lakukan untuk mereka. aku tidak ingin menjadi wanita seperti itu.
 Ya Allah bukan aku ingkar terhadap takdirmu bukan juga meragukan rizki darimu, hanya saja ini terlalu sulit tapi aku percaya ini hanya sebentuk ujian untuk menguatkan imanku dan aku percaya jika aku bisa bekerja untukMu akan tercukupi semua kebutuhan ini. ampuni aku tuhan sama sekali tag ada  niat semacam itu